Awal Tanpa Akhir Part 9 : Answer

Part 9
Answer



Adel : “ Aku mau kita pacaran  “

Gue : “ Iya .. 

Cuma itu yang bisa gue katakan ke dia. Dia langsung peluk gue dan gue cuma membalas mengusap kepalanya. Gue lihat dia sedikit keluarin air mata. Entah apa yang membuat dia suka sama gue, kalau dibandingkan sama dia jelas gue gak ada apa-apanya. 

Sosok mungil yang manja bahkan sering sekali menjengkelkan ini ternyata mampu membuat gue nyaman disisinya. Gue tidak keberatan dengan tingkah lakunya, walaupun kadang harus ekstra sabar menghadapi sifat manja dia itu.

Kejadian semalam membuat hari-hari gue selanjutnya jadi berubah. Gue yang biasanya selalu fokus dan perhatian sama laptop gue, sekarang perhatian itu terbagi ke sosok yang menyebalkan itu ( baca: ADEL ). 

Hari semakin sore tapi tidak ada satupun sms dari adel. Dia yang biasanya setiap pagi sms atau telfon gue, tapi hari ini sama sekali tidak ada. Mungkin saja dia sekarang sibuk ada urusan sama keluarga di rumahnya, atau bisa saja dia sekarang lagi di gereja gue juga gak tau. 

Daripada gue berfikir macam-macam, langsung aja gue ambil gitar yang ada di sudut kamar gue. Gue nyanyi sebuah lagu yang ingin sekali gue nyanyikan saat itu “ Secondhand Serenade – Your Call “


Waiting for your call, I'm sick, call I'm angry
call I'm desperate for your voice
In the car, do you remember
Listening to the song we used to sing
Butterfly, Early Summer
Like when we would meet
It's playing on repeat, Just like when we would meet
Cause I was born to tell you I love you
Stay with me tonight
And I am torn to do what I have to, to make you mine
..............................................................

Sampai pada lirik itu, tangan gue berhenti memetik gitar dan mulut gue berhenti bernyanyi karena ada tangan kecil yang menutup mata gue dari belakang. Akhirnya rasa penasaran gue sejak tadi hilang seketika sejak hadirnya sosok manusia yang ada di belakang gue ini. 

Dia yang selalu penuh kejutan dan selalu membuat gue berfikir apa yang akan selalu dia lakukan ke gue ini. 

Gue sekarang masih tetap diam, gue bisa merasakan wangi parfum yang biasa dia pakai. Seketika itu juga gue mendengar sebuah kalimat yang diucapkan ke dekat telinga gue dengan lembut. 

“ Aku ada disini ...... “

Gue tersenyum mendengar kalimat itu, kalimat yang mungkin menjadi jawaban atas lagu yang gue nyanyikan barusan.


Adel : “ Kamu apa kabar ang ?  “ Tanya-nya lembut sambil duduk di sampingku

Gue : “ Baik del, kamu darimana aja ?  “

Adel : “ Gak kemana-mana kok ang tadi di rumah aja, kebetulan tadi papa mama ada di rumah  ”

Gue : “ Ohh .. kirain pergi kemana “

Adel pernah cerita ke gue tentang keluarganya, papa mamanya sibuk kerja bahkan sering keluar kota urusan bisnisnya. Itulah kenapa adel sering sekali datang ke tempat gue dan dia jadi manja sama gue. Gue bisa merasakan kalau sebenarnya adel ingin sekali dapat perhatian lebih dari orang tuanya.


Gue : “ Besok aku mau pulang ke rumah del “

Adel : “ Loh ngapain pulang ke rumah ?  “ 

Gue : “ ada urusan sedikit di rumah, jadi harus pulang. “

Adel : “ Aku ikut ya Ang  “ merengek seperti anak kecil

Gue : “ Gak usah del... Cuma 1 hari aja kok “ gue coba merayu dia

Adel : “ aku ikuuuuttt !  “

Gue : “ Gak del ... hari selasa pagi nanti aku balik solo lagi.  “

Adel : “ yaudah ,,, awas bohong ! 

Kali ini gue berhasil menolak permintaan dia, meskipun dia terus memaksa tapi gue tetap menolak karena gue benar-benar ada urusan daripada dia bikin repot.


=========================================================================== =======

Pergi dulu mblo nanti gue update lagi ............................... 




Previous
Next Post »
Thanks for your comment